Kenapa kita perlu membuat outline?

Dari outline, kita dapat dengan mudah mengerti dan memahami apa yang ditulis di surat ini. Saat membaca buku biasanya kita melihat daftar isi terlebih dahulu, dari sana kita dapat mengerti secara garis besar alur pikiran pengarang dari buku tersebut.

Outline akan memudahkan kita untuk melihat satu kitab dengan telescopik view.

Efesus diawali dengan salam (1:1-2) dan diakhiri dengan penutup (6:21-24). Bagian utama dari kitab efesus dapat dibagi/dikategorikan menjadi 2 bagian besar, Pasal 1-3 dan Pasal 4-6.

Kita dapat mulai mencari tema-tema besar dari bagian besar yang pertama (pasal 1-3) dan kedua (Pasal 4-6) dengan mencari kalimat-kalimat inti dalam setiap bagiannya (untuk langkah detailnya, bisa lihat disini).

 

Pasal 1 – 3

Pasal 4 – 6

Pasal 4 dimulai dengan “Sebab Itu”, merupakan kata yang menunjukkan perpindahan bagian/ tema.

 

Doa Paulus

Dalam Surat Efesus, Paulus memanjatkan doanya 2 kali dan ingin menekankan kembali betapa pentingnya peran Roh Kudus yang dapat kita temukan dalam surat ini.

 

Peran Roh Kudus

 

Jika kita membaca surat ini secara menyeluruh, kita akan menemukan bahwa bagian pertama menyatakan bahwa di dalam Kristus kita telah:

Dan setelah kita di dalam Kristus, maka seharusnya Kristus diam di dalam hati kita.

 

Dari semua yang sudah kita temukan, kita dapat membuat tabel outline untuk menentukan tema besar dan ayat kunci dari surat ini.

 

Video

Index